Yuk Datangi Culture Festival di Dieng

207 views

Dataran Tinggi Dieng pada dasarnya terkenal dengan keeksotisan alamnya yang megah. Gunung Prau, Bukit Sikunir, Telaga Warna, serta candi-candi Dieng sudah lama jadi primadona di golongan traveler di Indonesia. Bila kamu masih ragu tuk berwisata ke Dieng tahun ini, ada alasan bagus yang menjadikanmu amat di sarankan untuk memutuskan pergi tahun ini.

Berjarak kira-kira 3 jam perjalanan dari Jogja dan 2 jam dari Semarang, dataran tinggi yang berjuluk Negeri di Atas Awan emang diliputi keajaiban juga keindahan yang megah. Sebagai “tempat tinggal seluruh dewa”, Dieng tak hanya punya banyak koleksi candi yang diyakini sudah ada sejak abad 8, tetapi juga dikelilingi latar belakang gunung-gunung serta alam liar, diliputi misteri kebudayaan eksotik dari masyarakat yang menetap disana.

Keindahan Dataran Tinggi Dieng seolah-olah tersempurnakan secara digelarnya festival kebudayaan tahunan, Dieng Culture Festival, tanggal 1-2 Agustus 2017 ini. Event tahunan ini digelar menjadi selebrasi komunitas, festival yang memamerkan berbagai penampilan seni budaya, pameran kerajinan khas Dieng, dan puncaknya, upacara Ruwatan Anak Gimbal, yakni ritual pemotongan rambut gimbal anak-anak Dieng yang sudah dilakukan turun-temurun semenjak zaman nenek moyang.

Sangat banyak acara menarik yang tidak boleh kamu lewati, seperti acara pelepasan lentera tradisional pada malam hari, yang menjadikan malam di Dieng jadi cantik dan gemerlapan. Ada pula pertunjukan wayang kulit, atraksi seni tradisional, lalu pesta kembang api. Yang asyik ialah Jazz Negeri di Atas Awan, konser musik yang digelar di gunung, di tengah-tengah dinginnya udara Dieng. Umumnya, gelaran ini digelar di komplek Candi Arjuna.

Jazz di Atas Awan tersebut dijuluki jazz kemul sarung, sebab menonton konser di tengah-tengah dinginnya udara emang paling nikmat sembari berkemul sarung juga ditemani secangkir kopi panas. Meskipun udara dingin menusuk pada suhu hingga 0oC, suasana dihangatkan alunan syahdu musik jazz dari semua musisi lokal Indonesia yang keahliannya tidak kalah musisi terkenal yang akrab manggung. Pokoknya, event satu ini tak boleh kamu lewatkan. Siapkan jaket tebal, syal, sarung tangan, tentu saja satu lagi, sarung!

Upacara Ruwatan Anak Gimbal ialah ritual turun-temurun yang tak boleh dilewatkan. Ada yang istimewa dari acara puncak Dieng Culture Festival. Bila kita tahu rambut gimbal sebagai passion Rastafarian Jamaika, di dataran tinggi Dieng, anak-anak secara misterius punya rambut gimbal alami, tanpa sengaja dibikin. Saat lahir, rambut mereka seadanya. Tapi pada usia tertentu, rambut mereka dengan “ajaib” berubah jadi gimbal sendirinya.

Menurut kepercayaan disana, anak-anak itu “dipilih” roh leluhur tuk menerima berkah mereka. Rambut gimbal itu tak boleh dipotong terkecuali jika si anak minta, atau rambut itu akan terus tumbuh lagi seperti sediakala. Momen berharga yang mana rambut gimbal anak-anak ini dipotong dimeriahkan beberapa upacara yang dinamakan “Ruwatan Anak Gimbal”.

Pada upacara itu, anak-anak yang dipotong rambutnya bakal diarak berkeliling desa. Mereka dinaikkan ke atas kereta kuda tradisional Jawa, dokar, yang dikawal Manggala Yudha alias tentara kerajaan. Beberapa prosesi seni tradisional pun dijalankan disini. Kemudian anak-anak “terpilih” itu dibawa menuju Candi Arjuna, yang mana pemotongan rambut dilaksanakan. Rambut yang sudah dipotong dibawa ke danau lalu ditenggelamkan menjadi simbol bila rambut itu sudah kembali kepada para leluhur.

Tags: #Dieng Culture Festival

Leave a reply "Yuk Datangi Culture Festival di Dieng"