Menpar:’Pelaku Industri Pariwisata Harus Segera Go Digital’

243 views

Menpar Arief Yahya menganjurkan agar kaum pelaku bisnis pariwisata agar sesegera mungkin untuk merubah paradigma. Go Digital merupakan keniscayaan yang musti segera dilaksanakan para pelaku. Industri pariwisata wajib bertransformasi menuju ke platform digital, mengingat zaman sekarang konsumen continue da bergerak juga makin cepat berpaling ke digital lifestyle. Begitu gaya hidup berubah, so model bisnisnya pun bakal bergerak mengikuti zaman untuk mendapatkan profit yang tidak biasa.

“Jangan menunggu ditinggali customers! Jemput inovasi dengan go digital, bila mau winning the future customers,” ujar Arief Yahya didalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/11/2016). Kemenpar telah roadshow ke sejumlah daerah guna memberikan bimbingan workshop buat supplier semacam hotel, theme park, restoran, water park, rent car, airlines, souvenir store dan semuanya yang terkait dengan pelayanan wisata terutama di Indonesia. Juga para distributor, semacam tour operator, tour agent, tourguide khusus dan yang lainnya.

Sudah nyaris 6.000 industri joint ITX Indonesia Travel Xchange, salah satu platform yang diendors pemerintahan demi mempertemukan demand lalu supply didalam bentuk digital market place. Via ITX itu, industri kian leluasa dan siap berkompetisi di bisnis pariwisata apalagi secara fair. Mereka dapat mengemas paket-paket yang begitu jauh lebih kreatif, makin variatif, lebih luas jangkauannya sebab langsung termasuk ke pasar global. “Perhatikan, more digital more personal, more digital more global, more digital more professional,” ucap Arief.

Kota-kota yang telah didatangi tim Kemenpar tuk digitalisasi ialah Batam (Kepri), Medan (Sumut), Magelang (Joglosemar), Banda Aceh (NAD) serta Jakarta. Lebih detail akan hadir di Bali, Lombok, Labuan Bajo, dan seterusnya lagi. Di zaman saat ini, semua unsur entah itu transportasi, telekomunikasi ataupun tourism, mirip. Semuanya akan berbasis terhadap teknologi. “Yang masih tetap konvensional, silakan secepatnya ubah ke go digital,” kata dia.

Caranya mudah, sesegera mungkin untuk gabung ke ITX, gratis alias tak perlu abonemen, juga tak perlu bayar iuran tuk memulai jalan ke digital. Malah disupport oleh Kemenpar secara template web gratis, booking sistem gratis dan payment sistem gratis juga. Kalau mendirikan sendiri cukup 300-400 juta anda harus melayangkan uang. Via ITX Indonesia Travel Xchange, segera bisa bertransaksi dari searching, booking hingga payment. Lebih kentara, Claudia Ingkiriwang, Pimpinan Probis ITX, Sigma mengkonfirmasi bahwa ITX tersebut bukanlah OTA, semacam Traveloka atau Agoda. ITX bukanlah pelaku bisnis pariwisata, bukan penjual tiket maupun pembuat paket wisata.

“ITX itu IT company, memiliki ketrampilan di teknologi, jadi tak usah khawatir, kami netral, tak berbisnis di travel. ITX ini cuma mesin guna mempertautkan customers maupun traveler yang ingin berwisata ke Indonesia dengan industrinya. Ada accomodation, airlines, serta attraction. Dari searching hingga payment di digital, tak lagi transfer, bayar lewat ATM, terlebih lagi teller di bank? Pun tak perlu komunikasi telepon, sebab bisa booking serta security pembayarannya sangat aman, dijamin” kata Claudia.

Tags: #Wisata Go Digital

Leave a reply "Menpar:’Pelaku Industri Pariwisata Harus Segera Go Digital’"