4 Keputusan Kontroversial Wasit Di Liga Champions Yang Menguntungkan Real Madrid

Real Madrid gak diragukan lagi ialah klub yang amat sukses di Eropa. Mereka sudah menjuarai total 12 tropi Liga Champions serta berkesempatan besar meningkatkan koleksinya jadi 15 pada tahun ini.

Namun, Madrid jg sering mendapatkan kecaman terkait masalah pilihan wasit. Selama bertahun2 terakhir, Los Blancos cukup sering dibantu oleh tulisan dari sumber ini keputusan pemimpin pertandingan yang salah.

Dibawah merupakan 4 keputusan pemimpin pertandingan yang membela Real Madrid di Liga Champions sama seperti diberitakan Bookmarkers.

Real Madrid vs Bayern Munchen 2017/18 (Semifinal)

Sebagaimana pada musim 2016/17, Bayern Munchen wajib mengejar ketinggalan usai kalah 2-1 di kandang di leg kesatu. Namun, mereka mengawali partai maksimal ketika Joshua Kimmich membuat skor pd menit awal. Biarpun begitu, Madrid bisa menyemibangkan kedudukan.

Kala kedudukan imbang 1-1, Kimmich berupaya mengirim crossing menuju ke kotak penalti tetapi dihalau oleh Marcelo yang terlihat menyentuh si kulit lihatlah sumber artikelnya bundar dengan lengannya. Namun, klaim penalti Bayern tidak diindahkan pemimpin pertandingan.

Marcelo pun mengakui kalau bola sungguh menyentuh lengannya. “Memang seperti itu. Susah buat wasit, lantaran terdapat pemain yang menghalangi penglihatannya, tetapi apabila saya datang ke tempat ini untuk mengatakan buat Anda bola gak menyentuh tangan sy, maka saya tidak jujur. ”

Real Madrid vs Juventus 2017/18 (Perempat Final)

Real Madrid, meski sebagai juara dalam 2 edisi sebelumnya, gak memasuki kompetisi tersebut sebagai favorit. Mereka tak memperoleh label favorit sehabis finish pada ranking kedua di fase grup yng terdiri dari Tottenham, Borussia Dortmund dan APOEL.

Mereka berhasil mengatasi PSG dengan sangat mudah di paruh 16 besar sampai melawan tim yng mereka kalahkan di final edisi di awal, Juventus.

Juventus banyak peluang emas di leg pertama tetapi pada akhirnya usai dengan kemasukan hat-trick dan bermain dgn 10 pemain. Tetapi, pada akhir masa tambahan, Cuadrado punya peluang emas buat mencetak gol namun ia dijatuhkan Dani Carvajal di kotak penalti setelah membuat tembakan.

Wasit gak menganggapnya artikel tautan pelanggaran serta memberikan tendangan penjuru. Madrid memenangkan pertandingan dgn skor 3-0 serta itu terbukti sebagai keputusan penting lantaran mereka kalah 3-1 di leg ke 2 tapi berhasil masuk secara agregat.

Real Madrid vs Bayern Munchen 2016/17 (Perempat Final)

Pada mnt ke-66, dengan Bayern unggul 1-0, Robert Lewandowski dianggap pernah terjebak offside di dalam situasi satu musuh satu dengan penjaga gawang. 13 menit sedangkan, Casemiro, yang pernah mendapat kartu kuning, melanggar Arjen Robben dan ayak memperoleh kuning kedua namun dia tetap melintang di lapangan.

Tetapi, insiden yang berlangsung lihat lebih detail pada menit ke-84 mengubah jalannya partai. Arturo Vidal, yng mendapat kartu kuning, melakukan tekal buat Marco Asensio serta memenangkan bola dgn bersih. Namun, pemimpin pertandingan menilai pemain Chile itu membuat pelanggaran dan mengusirnya.

Pemandangan menjadi lebih tidak bagus pada waktu tambahan, brace yang dicetak dengan Ronaldo berasal dri posisi offside.

Real Madrid vs Atletico Madrid 2015/16 (Final)

Di final, Real Madrid membuka gol terlebih dulu lewat Sergio Ramos. Tetapi, gol tersebut semestinya tidak sah. Ramos yang menyambut passing dari Gareth Bale sudah berada di dalam tautan posisi offside sampai melesakkan bola menuju ke gawang.

Meski Atletico bisa menyamakan score melalui Yannick Carrasco, tapi mereka pd akhirnya gagal di dalam adu penalti.

Tags: #berita sepakbola #info real madrid #judi online

Leave a reply "4 Keputusan Kontroversial Wasit Di Liga Champions Yang Menguntungkan Real Madrid"